Makalah
Etika,
Moral dan Akhlak
Disusun oleh :
M.Wafak (150111100177)
Prodi Ilmu Hukum
Fakultas Hukum
Universitas
Trunojoyo Madura
2015
Kata Pengantar
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rahmat,
karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang
‘Etika, Moral dan Akhlak” ini. Tak lupa sholawat dan salam semoga dilimpahkan kepada junjungan Nabi Muhammad SAW. Yang telah membawa kedamaian dan rahmat untuk semesta alam.
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan.
Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata
sempurna,Oleh sebab itu, kami
berharap adanya kritik, saran
dan usulan demi
perbaikan makalah yang telah kami buat, mengingat tidak ada sesuatu yang
sempurna tanpa saran
yang membangun.
Semoga makalah ini dapat dipahami
dan dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya.Seperti kata
pepatah“Tak ada gading yang tak retak” begitupun dengan makalah ini,kami mohon maaf
apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik
dan saran yang membangun demi perbaikan di masa yang akan datang.
Bangkalan, 02 Oktober 2015
Penulis
DAFTAR ISI
Kata
pengantar..........................................................................................................i
Daftar
isi...................................................................................................................ii
BAB
I PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang...................................................................................................1
1.2
Rumusan Masalah..............................................................................................1
1.3
Tujuan................................................................................................................1
BAB
II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Etika,moral,dan
akhlak...................................................................2
2.2 Perbedaan Etika,moral,dan akhlak dalam
islam...............................................3
2.3 Etika,moral,dan akhlak dalam islam.................................................................4
2.4 Tasawuf dan akhlak karimah pro dan
kontra...................................................5
2.5 Tasawuf Modern..............................................................................................6
BAB
III PENUTUP
3.1
Kesimpulan........................................................................................................7
3.2
Saran..................................................................................................................8
Daftar
pustaka.........................................................................................................8
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Dalam agama islam,etika,moral dan akhlak merupakan
cermin dari apa yang ada dalam jiwa seseorang . karena itu etika,moral dan
akhlak yang baik merupakan dorongan dari keimanan seseorang,sebab keimanan
harus ditampilkan dalam perilaku nyata sehari-hari.
Pada saat ini,kehidupan semakin sulit dimana
kebutuhan semakin kompleks namun sarana pemenuhan kebutuhan terbatas,dan sebagian orang yang belum dapat
memenuhi kebutuhanya, sehingga menyebabkan beberapa dari mereka menghalalkan
segala cara untuk bisa memenuhi kebutuhanya.Sehingga etika,moral,dan
akhlak sering di abaikan oleh orang-orang sekitar dan menganggapnya kurang
penting. Seiring dengan perkembangan zaman etika,moral,dan akhlak mengalami
penurunan. Etika,moral,dan akhlak dalam pengertiannya berbeda dan tidak sama.
Etika berarti adat kebiasaan ,moral berarti baik buruknya manusia,sedangkan
akhlak tabiat baik atau buruknya seseorang yang tergantung pada orang tersebut.
Pengertian,perbedaan dan penentuan dari ketiganya akan dibahas pada makalah
ini.
1.2
Rumusan
Masalah
1.
Apa pengertian etika,moral,dan akhlak ?
2.
Perbedaan
Etika,moral,dan akhlak dalam islam ?
3.
Bagaimana
karakteristik akhlak islam ?
4.
Apa pengertian
dari tasawuf dan akhlakul karimah serta Pro-kontranya?
5.
Apa yang dimaksud
dengan tasawuf modern ?
1.3
Tujuan
1.
Mengetahui pengertian tentang
etika,moral da akhlak
2.
Dapat membedakan etika,moral,dan akhlak dalam islam
3.
Mengetahui apa
saja karakter akhlak islam
4.
Mengetahui
pengertian tasawuf dan akhlakul karimah serta pro-kontranya
5.
Mengetahui
yang dimaksud dengan tasawuf modern
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Etika, Moral dan Akhlak
a.
Etika
Istilah Etika berasal dari bassshasa yunani Bentuk
tunggal kata 'etika' yaitu ethos sedangkan
bentuk jamaknya yaitu ta etha. Ethos mempunyai banyak
arti yaitu: tempat tinggal yang biasa, padang rumput, kandang, kebiasaan/adat,
akhlak,watak, perasaan, sikap, cara berpikir. Sedangkan arti ta
etha yaitu adat kebiasaan.Arti dari bentuk jamak inilah yang
melatar-belakangi terbentuknya istilah Etika yang oleh
Aristoteles dipakai untuk menunjukkan filsafat moral. Dalam
kamus besar bahasa Indonesia etika diartikan ilmu pengetahuan tentang asas-asas akhlaq (moral).
Pengertian etika berhubungan erat dengan empat
hal:
a.Dilihat dari obyek formal (pembahasannya), etika berupaya
membahasperbuatan yang dilakukan manusia dan sebagai obyek materialnyaadalah
manusia.
b.Dilihat dari sumbernya, etika bersumber pada akal pikiran atau
filsafat.Sebagai hasil pemikiran maka etika tidak bersifat mutlak, absolut,
danuniversal. Akan tetapi terbatas, dapat berubah, memiliki
kekurangan,kelebihan, dan sebagainya.
c.Dilihat dari fungsinya, etika berfungsi sebagi penilai, penentu
danpenetap terhadap suatu perbuatan yang dilakukan manusia, yaituapakah
perbuatan itu akan dinilai baik, buruk, mulia, terhormat, hina dan sebagainya.
dengan demikian etika lebih berperan sebagikonseptor terhadap sejumlah perilaku
yang dilakukan manusia.
d.Dilihat dari segi sifatnya, etika bersifat relatif yakni dapat
berubah-ubah sesuai dengan tuntutan zaman.Dengan ciri-cirinya yang demikian
itu, etika lebih merupakan ilmupengetahuan yang berhubungan dengan upaya
menentukan perbuatan yangdilakukan manusia untuk dikatakan baik atau buruk.
b.
Moral
Kata moral
berasal dari bahasa latin berarti, yaitu ”mos”.Kata
“mos”adalah bentuk kata tunggal dan jamaknya adalah “mores”.Dalam kamus besar
bahasa Indonesia dikatakan bahwamoral adalah penentuan baik-buruk terhadap
perbuatan dan kelakuan.Hal itu berarti kebiasaan atau susila. Adat
kebiasaan adalah tindakan manusia yang sesuai dengan ide-ide umum tentang yang
baik dan tidak baik yang di terima oleh masyarakat. Karena itu, moral adalah
perilaku yang sesuai dengan ukuran ukuran tindakan sosial atau lingkungan
tertentu yang diterima oleh masyarakat.
Adapun pengertian moral dalam kamus filsafat dapat dijabarkan sebagai
berikut:
a) Menyangkut kegiatan-kegiatan yang dipandang baik atau buruk, benar atau
salah, tepat atau tidaktepat.
b) Sesuai dengan kaidah-kaidah yang diterima, menyangkut apa yang dianggap
benar, baik, adil dan pantas.
c) Memiliki:
- Kemampuan untuk diarahkan oleh (dipengaruhi oleh)
keinsyafan benar atau salah.
-Kemampuan untuk mengarahkan (mempengaruhi) orang lain
sesuai dengan kaidah-kaidah perilaku nilai benar dan salah.
d) Menyangkut cara seseorang bertingkah laku dalam berhubungan dengan orang
lain.
c.
Akhlak
Akhlak secara
etimologi berasal dari kata khalaqa yang
berarti mencipata, membuat, atau menjadikan.Akhlak adalah kata yang berbentuk
mufrad, jamaknya adalah khuluqun,
yang berarti perangai, tabi’at, adt atau khalqun yang berarti kejadian,dan
ciptaan.akhlak secara etimologi berarti perangai, adat, tabiat atau system
perilaku yang di buat manusia. Akhlak secara kebiasaan bisa baik atau buruk
tergantung kepada tata nilai yang dipakai sebagai landasanya, meskipun secara
sosiologis di Indonesia kata akhlak sudah mengandung kontasi baik sehingga orang yang berakhlak bararti
orang yang berakhlak baik.Hal itu, dapat dibandingkan dengan firman allah dalam
Al-Qur’an surah Al-Qalam 968):4 dan surah asyi-Syuara’(26):137.
Dalam kamus
besar bahasa Indonesia. Kata akhlak
diartikan sebagai budi pekerti atau kelakuan. Kata akhlak walaupun diambil dari
bahasa arab yang biasa diartikan tabi’at, perangai, kebiasaan, namun kata
seperti itu tidak di temukan dalam al qur’an. Akhlak adalah hal ihwal yang
melekat dalam jiwa, dari padanya timbul perbuatan perbuatan yang mudah tanpa
difikirkan dan di teliti oleh manusia. Bila hal ihwal atau tingkah laku itu
menimbulkan perbuatan-perbuatan yang baik lagi terpuji oleh akal dan syara’,
maka tingkah laku itu dinamakan akhlak yang baik. sebaliknya, bila
perbuatan-prbuatan yang buruk maka tingkah laku itu dinamakan akhlak yang
buruk. Karena itu, akhlak disebut tingkah laku atau hal ihwal yang melekat
kepada seseorang karena di lakukan berulang-ulang atau terus menerus.
Ruang lingkup yang menjadi obyek
kajian akhlak, yaitu:
1.
Akhlak kepada Allah SWT. (
Pramono,2007:10 )
a.
Beribadah kepada Allah,yaitu
melaksanakan perintah Allah untuk mengabdi kepada-Nya sesuai dengan perintah-Nya.
Seseorang muslim beribadah membuktikan ketundukan dan kepatuhan terhadap
perintah Allah SWT.Berakhlak kepada Allah SWT. dilakukan melalui media yang
telah disediakan, antara lain ibadah shalat.
b.
Berdzikir kepada Allah SWT. yaitu
mengingat Allah dalam berbagai situasi dan kondisi,baik diucapkan dengan mulut
maupun dalam hati.zikir berarti ingat. Orang yang selalu dalam zikir akan
selalu menjaga perilaku atau perbuatannya sesuai dengan tuntunan Allah.
berdzikir kepada Allah . melahirkan ketenangan dan ketentraman hati,sebagaimana
diungkapkan dalam firman Allah SWT.
“ingatlah, dengan zikir kepada
Allah SWT. akan mententramkan hati.”
(
Q.S Ar-Ra’d, 13:28 )
c.
Berdo’a kepada Allah SWT. yaitu memohon
apa saja kepada Allah .doa merupakan inti ibadah,karena ia merupakan pengakuan
akan keterbatasan dan ketidakmampuan manusia,sekaligus pengakuan akan
kemahakuasaan Allah terhadap segala sesuatu.
d.
Tawakkal kepada Allah SWT. yaitu
berserah diri sepenuhnya kepada Allah dan menyerahkan segala keputusan
dari-Nya,karena Allah’lah yang paling tau apa yang terbaik bagi hambanya yang
berserah diri.
“Dan
kepunyaan Allah-lah segala rahasia langit dan bumi,dan kepada-Nya dikembalikan
segala urusan. Oleh karena itu, beribadahlah dan bertawakallah kepada-Nya.dan
sekali-kali Tuhanmu tidak akan melupakan apa yang kamu kerjakan.” ( Q.S Hud,
11:123 ).
2.
Akhlak kepada Manusia yang Berhubungan
Sesamanya (tim mku
PAI,2013)
Perilaku manusia yang berhubungan
dengan sesamanya terdiri atas:
1.
Perilaku manusia yang berhubungan dengan
diri sendiri
2.
Perilaku manusia yang berhubungan dengan
keluarga
3.
Perilaku manusia yang berhubungan dengan
masyarakat
Ketiga perilaku yang dimaksud, akan
di ungkapkan sebagai berikut.
1).Perilaku manusia yang
berhubungan dengan diri sendiri
Perilaku yang berhubungan dengan diri sendiri terdiri
atas:
a. Sabar (QS.Al-Baqarah/2: 153)
b. Syukur (QS.an-Nahal/4: 14)
c.Tawadlu (QS.Lukman/31: 18)
d. Benar (QS.At-Taubah/9: 19)
e.Iffah/menahan diri untuk tidak
marah
g. amanah atau jujur
h. berani karena benar
i. Qana’ah/merasa cukup dengan apa
yang ada
Perilaku
manusia yang berhubungan dengan individu adalah perangkat norma hokum yang
dibuat oleh Allah SWT ( Pencipta) yang diperuntukkan kepada makhluk (Ciptaan).
Norma hokum yang dimaksud bersifat
mengatur hak perseorangan manusia dan kewajiban yang harus dipikulnya. Hal itu,
tercermin dalm hokum-hukum Al- Qur’an yang bersifat hubumgan manusia dengan
dirinya sendiri.
2). Perilaku manusia yang
berhubungan dengan keluarga
a. Berbuat baik kepada kedua
orangtua (QS.an-Nisa’/4: 36)
b. Adil terhadap saudara
(QS.an-Nahl/16: 90)
c. Membina dan mendidik kaluarga
(QS.At-Tahrim/66: 6) dan (QS.Asy-
Su’araa/26: 204)
d. Memelihara keturunan
(QS.An.Nahl/16: 58-59)
3). Perilaku yang berhubungan
dengan masyarakat
a. Ukhuwah/ persaudaraan
(QS.Al-Hujrat/49: 10)
b. Ta’awun/ tolong menolong
(QS.Al-Maidah/5:2)
c. Adil (QS.An-Nisa’/4: 58)
d.Pemurah (QS.Ali- Imran/3: 93)
e.Penyantun (QS.Ali- Imran/3:
133-134)
f.Pemaaf (QS.Ali- Imran/3: 159)
g. Menapati janji (QS.Al-Israa’/17:
34)
h.Musyawarah (QS.Ali- Imran/3: 159)
i.Bewasiat didalam kebenaran
(QS.Al-‘Ashar/103: 1-3)
3.
Akhlak kepada lingkungan hidup
Misi Agama islam adalah mengembangkan rahmat,
kebaikan dan kedamaian bukan hanya kepada manusia tetapi juga kepada alam dan
lingkungan hidup sebagaimana firman Allah :
“tidaklah
kami mengutus engkau ( Muhammad ) melainkan untuk menjadi rahmat bagi seluruh
alam” ( QS. Al-Anbiya,21:107 ).
Misi
tersebut tidak terlepas dari tujuan diangkatnya manusia sebagai khalifah di
muka bumi, yaitu sebagai wakil Allah yang bertugas memakmurkan, mengelola, dan
melestarikan alam.Berakhlak kepada lingkungan hidup adalah menjalin dan
mengembangkan hubungan yang harmonis dengan alam sekitarnya.Mengelola sumber
daya sehingga dapat memberikan manfaat bagi kesejahteraan manusia tanpa
merugikan alam itu sendiri ( Pramono,2007:11 ).
B.
Persamaan dan perbedaan antara
etika,moral dan akhlak
·
Persamaan
Diantara etika,
moral dan akhlak memiliki obyek yang sama,yaitu sebagai obyek materialnya
adalah manusia dan sebagai obyek formalnya adalah perbuatan manusia yang
kemudian ditentukan posisinya apakah baik atau buruk. Dari segi fungsinya sama
dalam menentukan hukum atau nilai dari suatu perbuatan yang dilakukan manusia
untuk ditentukan baik-buruknya. Dari segi tuuannya sama-sama menghendaki
terciptanya keadaan masyarakat yang baik,teratur,aman,damai,dan tenteram
sehingga sejahtera batiniah dan lahiriah.
·
Perbedaan
Dalam etika,
untuk menentukan nilai perbuatan manusia baik atau buruk menggunakan tolak ukur
akal pikiran atau rasio, sedangkan moral menggunakan tolak ukur norma-norma
yang tumbuh dan berkembang dan berlangsung dalam masyarakat (adat istiadat),dan
dalam akhlak menggunakan ukuran al-Qur’an dan Hadits untuk menentukan baik
buruknya. Dalam hal ini etika lebih bersifat pemikiran filosofis dan berada
dalam dataran realitas dan muncul dalam tingkah laku yang berkembang di
masyarakat ( bersifat praktis ). Etika dipakai untuk pengkajian system nilai
yang ada, sedangkan moral dipakai untuk perbuatan yang sedang dinilai. Etika
memandang tingkah laku manusia secara umum, tapi moral lebih bersifat local dan
individual. Akhlak berdasarkan pada Al-Qur’an dan hadits maka akhlak bersifat
mutlak, absolut, dan tidak dapat diubah. Sementara etika dan moral berdasar
pada sesuatu yang berasal dari manusia maka lebih bersifat terbatas dan dapat
berubah sesuai tuntunan zaman.
C.
Karakteristik
Akhlak Islam
Akhlak
Islam mempunyai karakter adalah al-qur’an dan hadits sebagai sumbernya,
kedudukan akal, motivasi iman, mata rantai akhlak, tujuan luhur akhlak.
Al-Qur’an
dan Hadits sebagai sumber akhlak islam
Al-Qur’an dan hadits sebgai sumber
hukum bagi umat islam baik dalam aqidah, ibadah dan juga dalam akhlak. Sehingga
Al-Qur’an dan hadits sebagai pedoman bagi umat islam, Allah berfirman dalam Q.S
Al-Maidah ayat 15-16:
“ Hai ahli Kitab, Sesungguhnya telah datang
kepadamu Rasul Kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al kitab yang kamu
sembunyi kan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya telah datang
kepadamu cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan”( 15 )“Dengan kitab
Itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan,
dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap
gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki
mereka ke jalan yang lurus ( 16 )”.
Sedangkan
hadits sebagai pedoman kedua untuk umat islam sebagaimana Allah berfirman dalam
surat al-ahzab ayat 21 :
“ Sesungguhnya telah ada pada (diri)
Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap
(rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah”.
Jika telah jelas bahwa Al-Qur’an dan
Sunah Rosul adalah pedoman hidup yang menjadi dasar bagi setiap muslim, maka
benarlah keduanya merupakan sumber akhlak dalam Islam.
Kriteria-kriteria yang telah
ditetapkan oleh Alquran dan Sunnah, mengandung muatan universalistik dan
partikularistik. Ciri khas dan karakteristik akhlak Islam itu meliputi:
1) Akhlak Rabbaniyah Akhlak rabbaniyah memiliki pengertian bahwasanya wahyu Ilahi merupakan “reference source” (sumber rujukan) ajaran akhlak.
1) Akhlak Rabbaniyah Akhlak rabbaniyah memiliki pengertian bahwasanya wahyu Ilahi merupakan “reference source” (sumber rujukan) ajaran akhlak.
2)
Akhlak Insaniyah : Akhlak insaniyah mengandung pengertian bahwa tuntutan fitrah
dan eksistensi manusia sebagai makhluk yang bermartabat, sesuai dan ditetapkan
oleh ajaran akhlak. Orientasi akhlak insaniyah ini, tidak terbatas pada
perikemanusiaan yang menghargai nlai-nilai kemanusiaan secara umum, tetapi juga
mencakup kepada perikemakhlukan, dalam pengertian menanamkan rasa cinta
terhadap semua makhluk Allah.
3)
Akhlak Jami’iyah : Akhlak jami’iyah mempunyai arti bahwa kebaikan yang
terkandung di dalamnya sesuai dengan kemanusiaan yang universal, kebaikannya
untuk seluruh umat manusia di segala zaman dan di semua tempat.
4)
Akhlak Wasithiyah : Akhlak wasithiyah
berarti bahwasanya ajaran akhlak itu menitik beratkan keseimbangan (tawassuth)
antara dua sisi yang berlawanan, seperti keseimbangan antara rohani dan
jasmani, keseimbangan antara dunia dan akhirat, dan seterusnya.
5)
Akhlak Waqi’iyah : Akhlak waqi’iyah mengandung pengertian bahwasanya ajaran
akhlak memperhatikan kenyataan (realitas) hidup manusia didasari oleh suatu
kenyataan, bahwasanya manusia itu di samping memiliki kualitas-kualitas unggul,
juga memiliki sejumlah kelemahan.
D.
Tasawuf
dan Akhlak Karimah Serta Pro dan Kontranya
v Tasawuf
Dari segi bahasa, para
ahli memberikan berbagai pengertian tentang tasawuf, namun dari beberapa
pengertian itu dapat disimpulkan, bahwa tasawuf adalah sikap mental yang selalu
memelihara kesucian diri, beribadah, hidup sederhana, rela berkorban untuk
kebaikan dan selalu bersikap bijaksana. Sikap jiwa yang demikian itu pada
hakikatnya adalah akhlak yang mulia.
Sedangkan pengertian
tasawuf dari segi istilah atau menurut pendapat para ahli tasawuf sangat
tergantung kepada sudut pandang yang digunakan oleh masing-masing pakar. Jika
memandang mausia sebagai makhluk yang harus berjuang, maka tasawuf dapat
didefinisikan sebagai "upaya memperindah diri dengan akhlak yang bersumber
dari ajaran agama dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah Swt."
v Hubungan
Tasawuf dengan Akhlak
Tasawuf
adalah proses pendakatan diri kepada tuhan dengan cara menyucikan hati
sebersih-bersihnya. Tuhan yang maha suci tidak akan dapat didekati kecuali oleh
orang yang suci hatinya. Cara bagaimana menyucikan hati di jelaskan secara inci
dan tuntas dalam ilmu tasawuf. Dalam pengalamanya, tasawuf tidak dapat lepas
dan dilepaskan dari fiqih, sebab fiqih merupakan aspek zahir dar ajaran islam
sementara tasawuf merupakan aspek batin yang melengkapi. Islam sebenarnya
adalah keterpaduan antara kedua aspek tersebut secara seimbang.
Orang
yang suci hatinya akan tercermin dari air muka dan perilakunya yang baik.
Karenanya akhlak yang baik sejatinya adalah ganjaran bening dari hati yang
suci. Sebaliknya akhlak yang burukmerupakan gambaran dari hati yang busuk.
Dengan demikian, supaya seorang muslim bermoral baik maka pengalaman aspek
taswuf secara sistematis menjadi suatu keharusan.
Akhlak
dan etika yang luhur nan mulia akan memberikan dampak nyata berupa kesalehan,
kelestarian, dan keharmonisan kehidupan manusia dan alam semesta. Sedangkan
akhlak yang buruk dan tercela, cepat atau lambat,bakal menjerumuskan kehidupan
manusia dan alam semesta kea rah murka Allah SWT.
v Pro-Kontra
Tasawuf
·
Pro
Intisari
ajarn tasawuf sebagaimana paham mistisme dalam agama-agama lain adalah
bertujuan memperoleh hubungan langsung dan disadari dengan Tuhan,sehingga
seseorang merasa dengan kesadarannya itu berada di kehadirat-Nya. Upaya ini
antara lain dilakukan kontemplasi,melepaskan diri dari jeratan dunia yang
senantiasa berubah dan bersifat sementara. Sikap dan pandangan sufistik ini
sangat diperlukan oleh masyarakat modern yang mengalami jiwa yang terpecah
sebagaimana disebutkan,asalkan pandangan terhadap tujuan tasawuf tidak
dilakukan secara eksklusif dan individual,melainkan berdaya aplikatif dalam
meresponi berbagai masalah yang dihadapi.
Kemampuan
berhubungan dengan Tuhan ini dapat mengintegrasikan seluruh ilmu pengetahuan
yang tampak berserakan karena melalui tasawuf ini seseorang disadrakna bahwa
sumber segala yang ada ini berasal dari Tuhan. Dengan adanya bantuan tasawuf
ini,maka ilmu pengetahuan satu dan lainnya tidak akan bertabrakan karena ia
berada dalam satu jalan dan satu tujuan. Selanjutnya tasawuf melatih manusia
agar memiliki ketajaman batin dan kehalusan budi pekerti. Sikap batin dan
kehalusan budi yang tajam ini menyebabkan ia akan selalu mengutamakan
pertimbangan kemanusiaan pada setiap masalah yang dihadapi dengan demikian ia
akan terhindar dari melakukan perbuatan-perbuatan yang tercela menurut agama.
·
Kontra
Pada era saat ini yang
telah kita ketahui modernisasi merajalela dimana-mana tak kenal usia.
Efeknya,penghayatan terhadap islam mulai digantikan dengan penghayatan duniawi
yang serba ingin modern. Prinsip materialistik memenuhi otak pikiran,yang
melepaskan kontrol agama dan kebebasan bertindak demi memenuhi modernisasi
telah berkuasa untuk mengalahkan tasawuf.
Sebagaimana tasawuf
merupakan bagian dari agama islam yang mana merupakan jalan menuju pendekatan
kepada Allah SWT. Selama ini,tasawuf banyak dipandang sebelah mata oleh
sebagian umat islam sendiri. Mereka beranggapan,seseorang yang bertasawuf
adalah orang yang tak kenal dunia,tak kenal toleransi,dan lainnya.
Sebenarnya,jika diamati secara seksama justru dengan bertasawuf semakin banyak
nilai,kesusilaan dan norma yang dilahirkan dari tasawuf.
E.
Tasawuf
Modern
Abad yang berkembang telah tiba,teknologi yang
modern semakin berkembang. Perkembangannya seiring dengan perubahan waktu.
Siapa yang tidak bis mengejar perkembangan berarti ketinggalan zaman. Inilah
perkataan yang memancing kita terjerumus terjun ke dalam tawaran kemodenismean.
Modernisme merupakan tanda kemajuan dan tanda
kemunduran suatu bangsa. Perkembangan dalam berbagai bidang,dari bidang ekonomi
samapai bidang teknologi. Banyak hal telah membuat kita lupa akan tujuan awal
yang sejak awal kita bangun. Kenyataannya modernisasi semakin hari justru
membawa diri kita terselubungi dengan perkembangan teknologi.
Efeknya,penghayatan terhadap islam mulai digantikan
dengan penghayatan duniawi yang serba modern. Prinsip matrialistik memenuhi
otak pikran,yang melepaskan kontrol agama dan kebebasan bertindak demi memenuhi
modernisme telah berkuasa untuk mengalahkan tasawuf. Mastarakat modern semakin
mendewakan keberadaan ilmu pengetahuan bahkan kita hampir kehilangan visi
keilahian. Hal ini yang membuat kita makin stress dan gersang hati kita dengan
dunia, akibat tidak mempunyai pegangan hidup.
Tasawuf perlu diterapkan pada
kehidupan modern saat ini karena terdapat 2 tujuan yang penting yaitu :
1.
turut serta terlibat dalam berbagai peran dalam menyelamatkan kemanusiaan dari
kondisi kebingungan akibat hilangnya nilai-nilai spiritual.
2.
memperkenalkan literature atau pemahaman tentang aspek esoteric (kebatinan)
islam,baik terhadap masyarakat islam yang mulai melupakannya maupun non islam,
khusunya terhadap masyarakat barat.
Karena itu untuk mengatasi
problematika masyarakat modern itu salah satunya adalah dengan cara
mengembangkan kehidupan yang berakhlak dan bertasawuf karena tasawuf secara
seimbang memberikan kesejukan batin dan disiplin tingkah laku yang bisa
diamalkan oleh setiap muslim,dari lapisan social manapun dan ditempat manapun.
BAB
III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
1.
Etika merupakan ajaran yang membahas kebaikan dan
keburukan berdasarkan ukuran akal.Moral merupakan ajaran yang membahas
kebaikan dan keburukan berdasarkan ukuran tradisi yang berlaku dan berkembang
dalam suatu masyarakat tertentu.Akhlak merupakan ajaran yang membahas
kebaikan dan keburukan berdasarkan ukuran ajaran agama.
2.
Perbedaan antara etika,moral dan akhlak
dapat dilihat dari dasar penentuan atau standar ukuran baik dan buruk yang
digunakannya. Standar baik dan buruk akhlak berdasarkan Al Qur’an dan Sunnah
Rasul, sedangkan moral dan etika berdasarkan adat istiadat atau kesepakatan
yang dibuat olehsuatu masyarakat jika masyarakat menganggap suatu perbuatan itu
baik maka baik pulalah nilai perbuatan itu.
3.
Akhlak Islami adalah perbuatan yang
dilakukan dengan mudah, disengaja, mendarah-daging dan sebenarnya yang
didasarkan pada ajaran Islam.Akhlak Islam mempunyai karakter adalah al-qur’an dan
hadits sebagai sumbernya, kedudukan akal, motivasi iman, mata rantai akhlak,
tujuan luhur akhlak.
4.
Tasawuf merupakan bagian dari
agama islam yang mana merupakan jalan menuju pendekatan kepada Allah SWT.
5.
Tasawuf perlu diterapkan pada kehidupan
modern saat ini karena terdapat 2 tujuan yang penting yaitu :
a.
turut serta terlibat dalam berbagai peran dalam menyelamatkan kemanusiaan dari
kondisi kebingungan akibat hilangnya nilai-nilai spiritual.
b.
memperkenalkan literature atau pemahaman tentang aspek esoteric (kebatinan)
islam,baik terhadap masyarakat islam yang mulai melupakannya maupun non islam,
khusunya terhadap masyarakat barat.
3.2
Saran
1. Diharapkan setelah membaca makalah ini dapat
mengetahui pengertian tentang etika,moral dan akhlak
2. Diharapkan setelah membaca makalah ini dapat
membedakan etika,moral,dan akhlak dalam
islam
3. Diharapkan setelah membaca makalah ini bisa
mengetahui apa saja karakter akhlak islam
4. Diharapkan setelah membaca makalah ini dapat mengetahui
pengertian tasawuf dan akhlakul karimah serta pro-kontranya
5. Diharapkan setelah membaca makalah ini mengetahui
yang dimaksud dengan tasawuf modern

Popular
Tags
Videos
0 komentar:
Post a Comment