Menjadi sejarah tersendiri, dikala melangkahkan kaki kepulau madura dan tidak mengunjungi pulau kecil disekitarnya, khususnya pulau Gili genting, jika raja ampat surganya papua, Gili genting dan labak surganya madura, so ngak usah jauh-jauh pergi kepapua,
"Kuberdiri bukan untuk menuhankan matrealitis, tapi bagaimana bisa menyatu pada alam dan tuhan, duh gusti"
Mwafakalmusman
Sebelum bercerita lebih jauh mengenai perjalananku kali ini, kita loncat dulu kekamar sebelah, kupas sedikit mengenai madura, pada tempoe doeloe, Orang madura dianggap bersinonim dengan senjata tajam, “Dijalan orang hampir tidak pernah melihat orang madura tanpa keris atau tombak, dan kalau disawah atau ladang ia tentu membawa sada’ atau are’ (Clurit), Calo’ (Parang berujung bengkok), Calo tadi untuk segala macam pekerjaan, Dengan tarikan nafas yang sama, ia juga akan memotong tangan, kaki dan kepala orang lain jika memang harus berbuat demikian” Petikan pengantar Buku Manusia Madura (Mien Ahmad Rifai).
Salah satu pulau yang mempunyai aura tersendiri, sehingga menciptakan Perspektif yang beragam, Pulau yang mempunyai Ciri khusus Baik ekonomi, hestori, biografi, Pariwisata, dll , Stigma negatif dari masyarakat menjadikan Ciri khusus tersebut tenggelam bak negara bumi diserang negara api, jika menalah lebih mendalam secara histori, dalam kerajaan sumenep ketika munculnya Jokotole yang sangat menawan dan Bagaikan kesatria, karena karakteristik, perilaku dan stereotipe dari jokotole yang diagungkan rakyat sumenep dan membuktikan kehebatanya terhadap Brawijaya, jokotole bisa menyatukan kerajaan sumenep dan majapahit beserta kerajaan-kerajaan lain, Masyarakat saat inipun tidak jauh berbeda, dimanapun saya merasakan akan ancaman dan kenyamanan, tidak hanya dimadura,
Saat pertama kali menginjakkan kaki dipulau yang terkenal dengan kaya akan garam, baru kali ini merasakan perilaku manusia madura, yang ada dikampung saya orang tua tidak menyapa kepada orang yang lebih muda begitupun sebaliknya, tapi karakteristik dari orang madura berbeda, kenal ngak kenal entah muda atau tua ya tetap dihormati/menyapa/secuil senyuman, yang bikin menakjubkan lagi pernah ada seorang ibu tua rentan berangkat ke Sabeh (Sawah) lewat didepan pondok sambil memikul daisel penggiling padi, ini hanya secuil dan masih ada Ribuan Harta karun yang akan menjadi jawaban atas pertanyaan dan keraguan untuk menginjakkan kaki kepulau garam.
Its..,. langsung masuk aja gays kedalam cerita perjalanan ke kepulau gili genting, Mengenai pulau gili genting sendiri secara teritorial masuk kawasan kabupaten sumenep, Pulau yang menjadi andalan para wisatawan dan mempunyai julukan “The Soul of Madura” Karena lokasi yang mudah ditempuh dan biaya ringan, ngak usah bingung-bingung Lour jika mau mengelilingi pulau tersebut, pulau yang mempunyai luas 30,31 Km persegi Selama 3 jam Bisa kita tempuh dengan jalan kaki (kalau mau, hhhha.), dan banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi, Salah satunya Pantai sembilan yang paling tersohor dan menjadi utama destinasi, Pantai sembilan yang terletak di Desa Bringsang, Kecamatan Gili genting, Kabupaten Sumenep,
Rintihan hujan menjadi teman disetiap perjalanan, Baik dari kota saya Bojonegoro-Pulau gili genting, 4 jam perjalanan saya tempuh dari Bojonegoro ke Kab.Bangkalan (Ujung barat Pulau madura bertetanggaan dengan kota surabaya), Karena Perjalanan kepulau gili gentingnya masih esok hari, sementara nginap terlebih dahulu dikontrakan temen saya (Bang ulin (Cowok tajir pemburu wanita) dan Bang Eka (Mahasiswa pecinta kampus, eh salah maksudnya pecinta alam, hhhe..,.).
Seseduh hangatnya kopi dan sebatang rokok menjadi permaisuri dikala mata ini memejam, kontrakan kecil dibalik bundaran Graha dan dihuni 5 mahasiswa tersebut sangat cukup bagi saya untuk membalas semua hutang tidurku sebelumnya, Berangkat tepat pukul 10.00 WIB dengan permaisuri cantik saya (Supra X 125 keluaran 2009) karena titik kumpul kita berada dikampus (Universitas Trunojoyo Madura) sambil menunggu teman-teman berkumpul, Tepat Pukul 11.00 WIB kami berangkat menuju pelabuhan saronggi, jika dilihat dari Google Map, Pelabuhan Tanjung Saronggi tutup jam 15.00 WIB, dengan kecepatan tinggi dan menembus rerintihan hujan tuk mengejar dan memastikan kapal terakhir, tetapi sesampainya disana jam 14.00 WIB atas informasi dari penjaga loket Pelabuhan tersebut Buka jam 06.00 WIB-16.00 WIB.
Sabtu, 24 Nopember 2018, dengan Setegukan kopi dan sehisapan rokok menjadikan badan terasa rilek, diatas kursi warung emak-emak disamping kiri jalan arah pelabuhan, terasa nikmat dan sedap atas perpaduan kopi deplok dengan jahe terasa lidah inipun tidak tega jika pulang tidak membawa kopi tersebut, dengan rogohan selembaran Uang Rp.5.000.- saya bayar kopi yang saya seduh kelebihanya saya belikan bubuk kopi+gula lumayan banyak heheh, tidak hanya menjajakan Kopi saja, Banyak Makanan Khas madura terdapat disitu, Hf yang ada ditas kecil saya berbunyi, wik..,.wiik..,.wiiik.,. teman-teman yang saya tinggal tadipun sampai dipelabuhan setelah setengah jam saya menunggu, saat itu kesibukan pelabuhan lumayan ramai, karena ada event Pembersihan rahang Gigi gratis yang diadakan oleh dokter Gigi jawa timur, jadi sampai tengah malampun tetap ada kapal yang melintas, kedengaranya juga akan didatangi oleh Bupati sumenep, untuk penerimaan rekor muri,
Deretan Kapal tengah mengantri yang akan mengantarkanku menyebrang, Sepedah montor bisa dibawa nyebrang jadi saya naikkan kekapal, kira-kira bermuatan 30 orang dan 10an Sepedah montor, Biaya Penyebrangan Rp. 10.000,- dan sepedah montor Rp.10.000. -+ 30 Menit Dari pelabuhan tanjung saronggi ke Dermaga Gili genting Lumayan jauh dan bergoyang-goyang ketika dihantam Ombak. Karena awan yang begitu cerah, hembusan angin semilir bertiup, suara ombak berdendangan, aku lebih memilih duduk di geladak kapal dan tak mau melewatkan indahnya alam semesta ini,
Pukul 15.00 WIB. Menuju pantai sembilan, Beberapa menit setelah sampai diarea Pantai sembilan, setelah membayar Tiket masuk Rp. 10.000.- dan karena saya ngeCAMP jadi bayar lagi Rp. 10.000.- (Sudah Bebas Kamar mandi, listrik dan kebersihan), yang paling jitu saya lakukan saat itu mencari lokasi tenda yang strategis, tenda sudah berdiri diujung Timur depan Home stay, baru 15 menit petugaspun datang, dengan keramahannya kami diharapkan pindah karena lokasi akan dibuat event dokter Gigi jawa timur, Akhirnya bongkar dan angkut keujung barat tepat dekat makam. Dari keikhlasan tersebut keesokan harinya sebelum cabut, kami bisa mengikuti pemeriksaan dan pembersihan rahang gigi secara gratis yang dihadiri langsung oleh bupati, sempat foto bareng juga lo kita, hhhe. Event atas inisiatif bupati dan untuk rakyat sumenep, adanya rekor muri karena dapat menghadirkan peserta hingga ratusan dan gratis, ya pastinya belum pernah ada event seperti itu.
hangatnya api unggun menyelimuti dinding-dinding kulit luar, UNO dan Remi permainan klasik membawa kita tuk tertawa lepas, lantunan suara kentrong dan nyanyian reagge mengantar malam minggu ini, lupa ngak saya kenalkan dengan punggawa-punggawa IMB UTM, jadi IMB UTM ini organisasi yang beranggotakan mahasiswa penerima beasiswa bidikmisi di universitas Trunojoyo madura, kepanjangan dari IMB UTM sendiri (Ikatan Mahasiswa Bidikmisi universitas Trunojoyo madura). Dengan 20 0rang 15 orang naik mobil elef sisanya bawa sepedah montor, event kali ini kami namakan Tadabbur alam bukan jalan-jalan dan menghamburkan uang bagi kami, tapi bagaimana kita bisa menyatu dengan alam mendekatkan diri dengan tuhan, manajemen waktu, meraketkan kekeluargaan, serta berdiskusi,
dikala matahari meredupkan sinarnya, langit hitam menyelimuti pagi ini, tak terasa guyuran hujan deras dipulau seberangpun membasahinya, alhamdulillah hanya awan hitam tersebut hanya lewat kepala, dikala hujan membasahi bumi, tuhanpun maha adil, kekuasaan tuhan mana yang tak patut kita syukuri, Pelangi dengan malu-malunya keluar seara eprlahan diujung Barat tepat arah kiblat didepan takhiyat akhir subuh, subhanallah..,.sambil duduk-duduk didepan tenda menikmati indahnya pantai dan melihat malang melintangnya aktivitas wisatawan, terasa terbayar semua beban dipundak ini,
Gimana lour? Tertarik untuk berkunjung dan menikmati keindahan pantai ini! GPL, Gass ae louur..,.
jangan khawatir mau ngapain setelah sampai dipantai tersebut, Fasilitas bagi saya cukup lengkap, ada Mushola, kamar mandi, Gazebo+Terminal listrik, Home stay/penginapan Rp. 500.000.- Permalam, area Camping, Spotfoto, , ada Lapangan volly, wahana sket board, snorkeling, dan kapal banan dll. jangan khawatir juga kagak makan, disana banyak deretan warung yang menjual makanan dan juga minuman, es seru pokoknya, ngak terlalu mengeluarkan banyak budget, lokasi strategis/mudah dijangkau,
Transportasi ke Gili GENTING
Tidak sulit untuk menjangkau pulau tersebut, jika dari arah surabaya (Terminal Bungurasih) bisa naik Bus tujuan Sumenep dan turun dipertigaan pelabuhan Saronggi -+ 35.000.-. dari pertigaan tersebut belok kekanan arah pelabuhan tanjung saronggi ojek -+ Rp. 15.000. dari pelabuhan tanjung saronggi ke pelabuhan gili genting Rp. 10.000. jika bawa sepedah montor tambah Rp. 10.000+Jasa penurunan sepedah kekapal Rp.3.000, dan bensin dari Surabaya-Gili genting (PP) Rp. 75.000.-. Jangan khawatir jika dompet menpis, Budget ngak usah ditanyakan lagi, Gili genting Menanti lour..,.





No comments:
Post a Comment