Thursday, September 3, 2020

PUISI | KEHILANGAN

Posted By: garwonagari - September 03, 2020

Share

& Comment

 

dikala langit gelap kelabu. menutupi redupnya cahaya mentari . serpihan senja tak lagi tertuang dalam katulistiwa. jika bisa kurangkai. ingin rasanya menjadi dewa pararel jingga. yang menyimpan sejuta keindahan. 

rona kekuningan menandakan bahwa malam akan datang. menjamu kesucian alam. burung burung berkicau bersahutan menjelma menjadi lonceng tua. pertanda bahwa peristiwa akan segera tertuang. peristiwa kesunyian jiwa. mengalir dalam alunan nada angin. berdendang bersama rindangnya pohon beringin. tidak kusangka burungnya mulai mengecil di kelopak bola mata. hitam  tak beraturan menjadi titik hilang tanpa bayang. ada yang mengetuk tapi tak senyawa. ada yang nampak tapi hilang seketika.

hati gemetar berkamuflase dengan rasa. keesokan hari burung itu lewat atap rumah. burung menyadarkanku. tidak semuanya akan hilang. pasti akan kembali pada waktunya. entah kamu atau dia.

About garwonagari

Techism is an online Publication that complies Bizarre, Odd, Strange, Out of box facts about the stuff going around in the world which you may find hard to believe and understand. The Main Purpose of this site is to bring reality with a taste of entertainment

0 komentar:

Copyright © Garwanagari™ is a registered trademark.

Designed by Templateism. Hosted on Blogger Platform.